membuat website express (01)

warning…….!!!! mungkin bagi para web master lebih baik tidak membaca artikel ini, larena hanya akan membuag waktu anda saja..

ternyata membuat website / blog itu bisa lahir dalam hitungan menit saja, tergantung dari proses pendaftaran domain.
nah…yang ingin saya bahas di sini adalah dengan cara GRATIS. pake domain gratis dan hosting gratis. untuk sementara ga papa kan…..sebelum anda bener-bener lihai untuk membuat website / blog…
Baca entri selengkapnya »

Goa Gong

Goa Gong Pacitan
Mata “Diperciki” Mutiara, Telinga “Dihiasi” Degung

PACITAN – Kalau mau melihat salah satu lokasi keajaiban bawah tanah, selayaknya kita melawat ke daerah Pacitan. Sebab di antara bukit-bukit gersangnya, ternyata tersimpan gua-gua eksotisme bawah tanah batuan gamping. Yang hanya akan meninggalkan jejak keindahan bagi mata yang pernah memandangnya.
Menyusuri jalan menuju daerah wisata ini sebenarnya sudah merupakan rekreasi tersendiri. Deretan bukit batuan gamping menghiasi sepanjang kiri-kanan jalan. Jalan yang berkelok indah di sisi pinggir bukit membuat lintasan paralel menyusur di antara kehijauan pohon jati. Angin segar menerpa, di atas aspal baru. Mengantarkan kaki menuju parkiran wisata gua Gong, di Kabupaten Punung, Pacitan Jawa Timur.
Panas tiba-tiba menyergap saat tubuh keluar dari kendaraan. Menyadarkan pikiran saya bahwa kini saya berada di salah satu daerah paling keras di Pulau Jawa. Keras karena batuan gamping meloloskan air sampai ke dasar-dasar liangnya hingga terasa sulit sekali bagi orang-orang di sana untuk mencari setetes air saja.

Masuk ke lokasi, ada retribusi yang harus dibayar, sebesar Rp 2.500. Perlahan, kaki melangkah menaiki tanjakan, menuju pintu gua. Di sepanjang perjalanan menuju mulut gua, deretan kios pedagang makanan masih tertutup rapat. Mungkin karena saya datang bukan saat akhir minggu, jadi deretan kios ini terlihat menutup diri saja. Lagipula, memang tak banyak pengunjung yang datang saat itu. Hanya terlihat sekelompok pria dewasa, yang sepertinya hanya ingin melewati rasa penasarannya saja untuk melihat isi perut bumi di daerah desa Bomo ini.

Tiba di mulut gua, langkah sempat terhenti oleh datangnya puluhan orang setempat yang menawarkan jasa. Ada yang menawarkan senter dan layanan pemandu bagi yang membutuhkan. Karena sudah membawa headlamp, saya membeli sebuah buku panduan seharga Rp 3.000 saja, dan memutuskan masuk lorong tanpa pemandu.

wis012 Percik Mutiara Memasuki lorong pertama di gua ini, sudah terasa k eindahan mulai memijar. Deretan straw (ornamen berbentuk  seperti sedotan) berebut memenuhi langit-langit gua. Sebuah ungkapan selamat datang yang mahaindah bagi yang mengerti. Karena deretan straw tersebut bisa berarti sinyal pemberitahuan, mengenai lebatnya ornamen lain di dalamnya.
Benar saja, setelah melewati lorong straw, langsung mata ini disergap oleh puluhan bahkan ratusan ornamen gua yang berbeda tiap bentuknya. Teramat banyak saya kira, lebih banyak dari sekumpulan ornamen gua yang pernah saya lihat di gua-gua lainnya di tanah Jawa ini. Semua penuh memadati  lorong menurun gua, menghiasi tiap meter sisi tangga. Menjadi hiasan yang  tak terukur nilainya, karena tiap ornamen bisa jadi berumur ratusan tahun   lamanya.
Saking banyaknya ornamen yang ada di dalam gua tersebut, sampai sulit rasanya menyebutkan satu per satu di sini. Yang paling saya ingat mungkin sekumpulan gourdyn raksasa, yang dipenuhi bintik mutiara di dalamnya. Titik-titik kecil tersebut seperti ribuan kunang-kunang saja layaknya. Suasana gua yang temaram makin menambah eksotis ribuan titik mutiara itu. Memenuhi tiap jengkal mata memandang, dan bila memejamkan mata, rasanya masih tertinggal ribuan titik mutiara tersebut memenuhi benak kepala.

Degung Gong
Perjalanan masih terus memasuki lorong-lorong. Menembus di antara stalagmit dan stalagtit. Membentuk wis031tiang-tiang tinggi penyangga lorong, mengukuhkan keberadaan mereka di sana. Diselang-selingi dengan tirai tipis batuan, menimbulkan kekaguman saat mencoba mengetuknya. Terdengar suara berdengung, yang menggema di seantero lorong. Rupanya inilah sebab mengapa gua ini disebut Gong. Karena tiap kita memukul bagian ornamen di dalamnya, akan terdengar suara berdegung, mirip suara yang dihasilkan gong gamelan kesenian khas Jawa.

Hingga akhirnya saya keluar dari lorong-lorong berhawa panas tersebut, masih terasa sentuhan pada mata dan kuping ini. Menembus liang pemikiran dan berbayang terus, bahkan sampai es degan (kelapa) melewati kerongkongan. Baru tersadar bahwa keindahan gua tersebut benar-benar sebuah anugerah dari kuasa, yang diberikan untuk mempercantik kawasan keras gamping tersebut.

wis04Copyright © Sinar Harapan

Ditulis dalam pacitan. Kaitkata: . 1 Komentar »

My Pacitan

Bagiku Pacitan adalah segala galanya…………….

yang tak pernah tergantikan oleh apapun, yang bisa membuatku rindu setengah mati ato mungkin ga seberapa di banding kangen ma pacar…..(ya..to..) percaya ga percaya saataku ngetik pst ini air mataku sempet menetes, terharu kali ya…karena lama ga pulang………….ato mungkin aku terlalu muluk ngomongnya ya…\/??

aah……..jadi inget-inget jaman dulu……

kamu kangen ga ma pacitan….??

Untuk Pacitanku tercinta…………..

rose\'

W@l@uPuN @kU G@ mod@l T@pi @Ku tEtEp bis@ Ng@sIh Bung@ uNtukMu………………..

Ditulis dalam Tak Berkategori. Kaitkata: . 1 Komentar »

Sejarah Kabupaten Pacitan..

pantaiku sayang

Pacitan berasal dari kata Pacitan yang berarti camilan, sedap-sedapan, tambul, yaitu makanan kecil yang tidak sampai mengenyangkan. Hal ini disebabkan daerah Pacitan merupakan daerah minus, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya tidak sampai mengenyangkan; tidak cukup. adapula yang berpendapat bahwa nama Pacitan berasal dari “Pace” mengkudu (bentis : Jaka) yang memberi kekuatan. Pendapat ini berasal dari legenda yang bersumber pada perng Mengkubumen atau Perang Palihan Nagari (1746-1755) yakni tatkala Pangeran Mangkubumi dalam peperangannya itu sampai ke daerah Pacitan. dalam suatu pertempuran ia kalah terpaksa melarikan diri ke dalam hutan dengan tubuh lemah lesu. berkat pertolongan abdinya bernama Setraketipa yang memberikan buah pace mask menjadikan kekuatan Mangkubumi pulih kembali. Akan tetapi nampaknya nama Pacitan yang menggambarkan kondisi daerah Pacitan yang minus itulah yang lebih kuat. hal itu disebabkan pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) nama tersebut telah muncul dalam babat Momana.

srau

Letak geografis..

Kabupaten Pacitan mempunyai luas wilayah 1.389,87 Km2 yang kondisi alamnya sebagian besar terdiri dari bukit-bukit yang mengelilingi kabupaten. Sedangkan wilayah kota Pacitan yang merupakan inti atau pusat pemerintahan berupa dataran rendah. Selebihnya berupa daerah pantai yang memanjang dari sebelah barat sampai timur di bagian selatan.

Pacitan adalah kecamatan yang menjadi ibukota Kabupaten Pacitan, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota Pacitan adalah denyut nadi pemerintahan dan perekonomian kabupaten pacitan secara keseluruhan. Lansekap kota Pacitan terletak di lembah, di tepi Teluk Pacitan dan dialiri sungai Grindulu yang membentang dari wilayah selatan menuju pantai Teleng Ria.

Kabupaten Pacitan terletak di pantai selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah. Daerah Pacitan sebagian besar adalah berbukit tandus dan berupa tanah kapur. Letak Geografis Pacitan berada antara 1100 55′ – 1110 25′ BUjur Timur dan 70 55′ – 80 17′ LIntang Selatan.

Ditulis dalam pacitanweb.com. Kaitkata: . 35 Komentar »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.